Aplikasi brown energy

Menyambung dari blog gw yang disini tentang brown energy, gw dapet percobaan aplikasinya di suatu forum internet, mudah-mudahan bermanfaat πŸ™‚

cat: si penulis sih bilangnya ini aplikasi blue energy, tapi kalo dilihat sih ini aplikasi brown energy πŸ™‚

part 1:

Udah tau atau pernah dengar Blue Energy…?? Secara global dan dengan pengetahuan gue yang terbatas ini, pemahaman gue terhadap Blue Energy adalah: Energy Pembakaran yang dihasilkan dari Air. Bukan main… Air itu khan bisa kita dapatkan nyaris Gratis. Kalau konsep Blue Energy ini bisa diterapkan, wuih… bukan main. Nggak perlu lagi BBM…

Berawal dari sana, gue coba cari tau lebih banyak tentang Blue Energy ini di Internet. Gue menemukan beberapa Situs, yang membahas tentang hal itu. Yang menarik dan bisa diaplikasikan dengan amat sangat mudah, antara lain situs: www. water4gas .com, www. watermakesfuel .com, dan banyak lagi…

Konsepnya adalah: Melakukan Elektrolisa terhadap air, untuk menjadikan H-O-H (Air = H2O) menjadi H-H-O (Maaf kalau salah, gue bukan orang Kimia, hanya mengutip saja…). Dengan bentuk hasil Elektrolisa ini, Hidrogen lebih mudah dipisahkan menjadi Gas…

Mungkin sudah pada tau, kalau Hidrogen itu adalah Gas yang mudah terbakar. Kalau Hidrogen iini kemudian disuntikkan ke dalam Ruang Bakar di Mobil, hasilnya adalah:

  • Pembakaran jadi lebih sempurna
  • Nyaris tidak ada sisa pembakaran yang terbuang, asap kendaraan lebih ramah lingkungan
  • Carbon Monoksida yang berbahaya dapat diminimalisir karena dengan adanya unsur Oksigen yang berlebih, Carbon Monoksida akan menjadi Carbon Dioksida yang relatif stabil
  • Mesin lebih bertenaga

Dan dari itu semua, yang paling penting, konsumsi bahan bakar akan sangat irit. Beberapa teman di komunitas otomotif yang gue ikuti menceritakan bahwa dari mulanya 1:8, bisa jadi 1:22…!! Percaya atau nggak, kita coba aja sama-sama. Kalau berhasil, kita bisa banyak sekali menghemat uang untuk beli BBM yang sudah semakin mahal…

Berikut tahap-tahap yang gue lakukan untuk membuat “Reaktor Blue Energy“, berikut foto-fotonya. Mudah-mudahan bermanfaat untuk ‘ers. Mari kita mem-Birukan pembakaran mobil kita, dan mensukseskan Anti Global Warming

Oh yha… “Ilmu” ini adalah Open Source dalam arti, yang mengembangkan adalah Komunitas. Tidak perlu khawatir kena Undang-Undang Hak Cipta, karena pada dasarnya Open Source tidak boleh dan tidak pernah ada Hak Paten-nya…

OK, yuk kita mulai…

Tahap Pertama, mengumpulkan Bahan Baku. Gue dapet Toples dari ACE Hardware, seharga Rp. 45.000,-, berikut Kran Stainless Steel seharga Rp. 8.500,-. Toplesnya cukup bagus, dari bahan Acrylic tebal, ada Seal dan pengait sehingga air nggak gampang tumpah.

Selanjutnya, ke toko Acrylic. Sayangnya nggak bisa beli sedikit. Untuk ketebalan 5mm, berukuran 120 x 50 Cm. gue tebus dengan harga Rp. 168.000,-. Kepakenya cuma sedikit. Jadi, kalau kebetulan ada yang ingin buat dan berdomisili di Bandung, silakan minta ke gue…

Untuk kawat, tadinya mau pake kawat Gitar Stainless Steel Nomor 3 seperti teman-teman lain pake. Tapi… masa sich nggak ada yang memang bentuknya kawat? Akhirnya dapet di toko alat-alat teknik. Kawat Stainless Steel berukuran 1.2mm, gue tebus dengan harga Rp. 2.000,-/ meter. Gue beli 4 meter, masih lebih 50 cm…

Tahap Kedua, mulai kerja. Acrylic dipotong-potong. Lebarnya disesuaikan dengan diameter bagian dalam Toples. Pas di tengah-tengah sisi lebar, digergaji sepanjang setengah sisi panjang. Ini untuk menyatukan kedua lembar Acrylic itu tadi. Idenya dari Pemisah Karton pada Kotak Gelas… Setelah jadi dan dimasukkan ke dalam Toples, bentuknya seperti terlihat pada Gambar

Tahap Ketiga, masang Kawat. Sekitar 1 cm dari sisi Acrylic, dibuat lubang sepanjang sisi panjang, dengan jarak masing-masing 1 Cm. Pelubangan ini dilakukan pada ke 4 sisi Acrylic yang sudah berbentuk seperti huruf X tadi. Masang kawatnya… setengah mati… :p Saran gue, kalau mau beli kawat Stainless Steel, pilih yang Lembek. Ada 2 pilihan, Lembek dan Kaku. Gue pilih yang kaku. Masangnya lumayan berdarah-darah dalam arti yang sebenarnya, karena ketusuk ujung kawat…
Pemasangan kawat melingkar, melewati lubang-lubang yang sudah dibuat sebelumnya. Antara satu kawat dengan lainnya, berbeda 1 lubang. Jadi, kawat-1 melalui lubang 1-3-5-7-9 dst, sementara kawat-2 melalui lubang 2-4-6-8 dst. Yang perlu diperhatikan: Kawat-1 dan Kawat-2 JANGAN SAMPAI BERHUBUNGAN.
Jadinya seperti ini:

Tahap Keempat, masang Kran dan Kontak Listrik. Kebetulan, tutup Toples terdiri dari 2 lapis, dengan ruang kosong di tengahnya. Ruangan kosong ini gue manfaatkan sekaligus sebagai Filter. Jadi, lapisan bagian dalam, diberi beberapa lubang kecil, untuk menyedot hasil ELektrolisa. Ujung Kran hanya sampai ruang antara lapisan atas dengan lapisan bawah saja, tidak tembus sampai ke bawah. Selanjutnya, dibuat juga 2 lubang lain yang tembus dari lapisan atas ke lapisan bawah, untuk tempat sekrup Kontak Listrik. Untuk udara masuk, gue buat beberapa lubang kecil, di sekitar Engsel, kurang lebih 2 cm dari permukaan Toples. Lubang ini sekaligus sebagai pengaman, supaya air tidak masuk ke dalam “Filter“. Kalau kepenuhan, air akan keluar dari lubang ini…

Tahap Terakhir, menghubungkan Kawat dengan Kontak listrik menggunakan Kabel…

Proses pembuatan selesai…

Setelah “Reaktor” selesai, tinggal menyiapkan Air-nya. Air yang akan digunakan disarankan menggunakan Air Accu (bukan Accu Zur…) yang merupakan air suling. Bisa menggunakan air biasa. Tapi karena air biasa mengandung Mineral, lama-lama akan terbentuk endapan. Selain air, dibutuhkan juga Katalisator yaitu: NaHCO3. Nggak usah bingung dengan rumus kimia ini, karena dalam dunia nyata, NaHCO3 dikenal dengan nama Soda Kue/ Baking Soda
Untuk setiap 500 ml air, dibutuhkan satu sendok teh Soda Kue.

Setelah air campuran tadi dimasukkan, tinggal menghubungkan kedua Kontak Listrik ke Accu. Sebaiknya catu daya diambil dari Kunci Kontak, sehingga hanya menyala pada saat mesin menyala…
Setelah dihubungkan dengan arus listrik, dalam Reaktor akan terlihat Gas berwarna putih. Gas ini selanjutnya akan dikeluarkan melalui Kran, dan lewat Selang Vacuum disuntikkan ke dalam Carburator. Sederhana sekali khan…??

Sayangnya, Week End keburu habis, jadi pemasangan ke mobil (VW 1303 “tua” 1974) harus menunggu Week End depan… :-[

Kalau males buat, sudah banyak yang menawarkan dengan harga Rp. 500.000,-. Cukup murah dibandingkan “usaha” yang menghabiskan waktu sekitar 2 hari (dengan Try and Error…) membuat Reaktor kemarin. Tapi, kalau kita buat sendiri, kita punya keuntungan. Keuntungannya buat sendiri dibandingkan beli adalah: Pengalaman dan Kepuasan. So… the choice is yours.

Please, yang sudah mencoba dan mengaplikasikan, share di sini… Kita kembangkan dan sempurnakan sama-sama, sesuai dengan semangat Open Source tadi…

Good Luck

part 2

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Bangun pagi, ritual biasa yang singkat seperti Mandi, Sikat Gigi, Shalat, Sarapan dll. terasa lamaaa bener…

Yuk, kita mulai…

Pertama (lho, koq pertama lagi…?? Biar dech), buka Filter karena kalo nggak, tidak cukup ruang untuk proses pemasangan…
Dengan memanfaatkan sisa Kawat Stainless Steel, buat pengikatnya. Sayang nggak sempat difoto, karena terlalu excited, lupa bawa Blackberry
Setelah pengikat selesai, tempatkan Hydrogen Reactor (keren yha namanya…) di posisi. Ditarok di sebelah kanan karena bagian kiri sudah terlalu penuh dengan adanya Compressor AC. Pasang selang Vacum, pasang kabel Positif dan Negatif. Kutub Positif dilindungi dengan Sekring. Beginilah bentuknya setelah dipasang:

Kedua, ujung selang disuntikkan langsung ke Manifold di bawah Carburator. Kebetulan, sudah ada lubangnya di sana…

Ketiga, siapkan air. Beli Air Accu yang berukuran seliter seharga Rp. 5.000,-, lalu mampir ke Warung Tetangga beli Soda Kue seharga Rp. 800,-. Sampai nanya 2x, nggak percaya harga Soda Kue semurah itu. Soda Kue dimasukkan ke dalam botol berisi Air Accu, wuih… bergolak langsung. Nggak panas sich, seperti minuman soda kalo dikocok… Karena khawatir tumpah, ditutup dech. Ternyata ini malah jadi masalah, botol semakin lama semakin menggembung, lalu… dorr… tutupnya loncat, dan airnya tumpah ke mana-mana… So, temans, pada saat mencampur Soda Kue dengan Air Accu sebaiknya jangan di dalam botol tertutup. Selesai, masukkan ke dalam Reactor…

Keempat, coba nyalakan. Blubug… Blubug… keluar dech gelembungnya. Cihuyyy… Tapi pas mesin dinyalakan, gelembungnya malah nggak ada. Pas diperiksa, ternyata Sekring putus. Sebelumnya saia gunakan 5 Ampere, ternyata nggak kuat. So… ternyata perlu listrik lebih dari 5 Ampere tuch… Ganti pake 10 Ampere, aman…

Pelan-pelan kran dibuka, putaran mesin naik. Setelah kedua kran dibuka, mesin semakin rata, tetapi stasioner terlalu tinggi. Ternyata, semakin lama, gelembungnya jadi semakin coklat. Itu kenapa yha…?? Memang sich, kalau dibaca di Internet, gas Hydrogen itu dinamakan Brown Gas… Gas yang coklat. Jadi, judul topik ini salah donk… Bukan Blue Energy tapi harusnya Brown Energy

Setelah mesin dibiarkan hidup cukup lama, sambil stel ulang stasioner dan Carburator, air yang ada di dalam Reactor berubah jadi kecoklatan…

Apakah memang begitu…?? Belum tau juga… Atau mungkin ada yang kurang yha dengan “Sistem” yang saia buat ini…?? Mungkin Soda Kuenya kurang bagus…? beli di Warung Tetangga sich… harusnya di toko kue. Ntar nitip ke Wify aja dech…

Yup… test jalan. Waktu masih pelan, nggak terlalu terasa bedanya. Tapi pas ditarik, wuzzz… terasa bener ada tambahan tenaga. Dan, kalo dipaksa nanjak pake gigi tinggi, mesin nggak ngelitik… Puassss rasanya….

Fiewh, 1303 saia juga sekarang sudah mulai mengkonsumsi Air…!!

Sebelum ini, konsumsi bahan bakar si putih adalah 1:8. Dalam beberapa hari ke depan, saia UpDate perubahannya dech… Mudah-mudahan jauh lebih irit…

credit untuk bung ß.Γ¨.Γ±.z yang sudah membagi pengalamannya πŸ™‚

Advertisements

42 responses to “Aplikasi brown energy

  1. info yang hebat. mobil operasional saya di lapangan bisa diterakan pakai ini dong? trimakasih infonya

  2. Keren. Saya ingin buat juga deh, atau lihat dulu cara buatnya. Di Bandungnya di mana?

  3. arematuslidan

    Bisa diaplikasi untuk motor 4 tak gak yah ? πŸ™‚

  4. wah gue sepertinya tertarik banget tuh.
    bensin bisa irit tarikan kencang itu sangat value for money.

    tapi bagaimana dampak negatif belum di ceritakan nih? atao menambah suhu/panas mesin ga? kalo pasang di kijang 2000cc EFI bisa ga ya? reaktor hydrogen yang jual dimana ya?

    terima kasih.

  5. Pak kalau beli berapa harganya dan dimana saya harus pesan.

    Terimakasih

  6. hasil tes jalannya bagaimana, apakah bensinnya bisa jadi tambah irit dan ngisi airnya tiap berapa kilometer. maksud saya air dan bensinnya perbandingannya berapa.
    makasih

  7. Saya tertarik sekali dengan Brown Energy ini, beberapa pertanyaan saya :

    1. Apakah benar Elektrolisa Soda Kue + Air yang mengeluarkan Hidrogen dan Oxygen bisa mengirit BBM ?
    2. Perhitungan yang dilakukan selalu konsumsi BBM per kilometer saja. Bisa tidak diberikan hasil test drive nya yang tidak hanya BBM per kilometer tetapi juga plus Soda Kue per kilometernya ? Apakah tiap hari berhenti harus diganti Air + Soda Kue nya ?

    Terimakasih sebelumnya.

    Rudi

  8. hebat mas,two thumbs up buat percobaannya…
    saya mau blajar dong..buat diterapin di kijang yang mukan bain borosnya!
    boleh??

  9. mas tolong donk minta lamat buat bengkel yang bisa pasang brown energy, sama mau tanya kalo mobil injection bisa ngak

  10. soi neh ganggu…aku ,mau nanya fungsi acrylic tu buat ap sih??n bisa di aplikasiin di motor gak??motor aku supra X 125,,,n kalo bisa narohnya dimana??ap langsug ke intake??

  11. eh..aku mau nanya lagi neh..aku dah coba aplikasiin di motor aku..eh ternyata jadi…cuman sekarang timbul pertanyaan..
    * proses elektronisasi tu kan menghasilkan panas…nah bahan bakunya kan aer tuh…tentu pada saat proses tentunya ada H2O nya juga, apakah H2O ato uap aer ni aman pada saat pembakaran???

  12. mau tambah tanya lagi mas…apa diameter kabel dan jumlah gulungan akan berpengaruh thdp gas yang dihasilkan? misal; kalo jumlah gulungan kabelnya makin banyak,makin cepet mendidih,makin banyak jumlah HHO yang dihasilkan. apa pengaruhnya baik buat mesin kalo gas HHO nya terlalu banyak? (takut meledak,hehe).

    Buat mas nasir, aku pengen comment dikit (maaf kalo sok tau). H2O aman buat pembakaran asal ada dalam jumlah yang sedikit, banayk temen2 di milis yang udah terapkan sistem WAi (water injection). sistemnya sama dengan broen energy ini, tapi kl itu langsung nyuntikan air ke carburator via selang vacum,pake jarum suntik dan pompanya dibantu pake solenid (kl gak salah). hasilnya lumayan bisa ngirit bensin. prinsipnya ngasih udara dingin ke dalem karbu biar proses pembakaran makin sempurna karena suhu bensin jadi rendah (persis dengan ngejalanin mobil waktu abis ujan ato pagi2. mesin terasa lebih ringan karena udara diluar dingin). gitu kali ya…hehehe.
    Thanks n salam kenal buat semua..

  13. salut dech …
    mas bisa nitip belikan kawat stainless stell nya ?
    dikota gwe ga ada yg jual spt itu, sdh gwe aduk2 .., ada nya cuma kawat besi biasa bukan yg stainless stell.maklum didaerah pedalaman kalimantan. gwe minta tolong dunk …. gwe transfer dechh plus ongkos kirim . tlp gwe 081545148150. tengkyu …berat.

  14. mas sy mo tanya neh…
    sy dah coba bikin alatnya sesuai dengan instruksi mas tapi ko ga jadi y?
    tabungnya sy pake t4 botol air minum,anoda dan katodanya sy gunakan dengan sendok steinless trus airnya menggunakan air accu (bukan zuur) katalisatornya dengan soda kue merk pahgoda.
    waktu dicampurin tidak terjadi reaksi apa-apa tuh.
    trus alatnya sy hubungkan ke accu terjadi reaksi se kaya air mendidih gitu+berwana coklat,trus keluar gas berwarna putih kaya lagi masak air ad gasnya (gas tersebut apakah HHOnya?atau cuma uap air?)kemudian sy masukin ke manifoll motor shogun tapi tidak terjadi reksi apa-apa staionernya normal2 aja.
    berarti bercobaanya gagal kan.tolong mas bantuin bagianmana yang salah?
    1. tabung/t4 botol air minum yg sy gunakan tertutup rapat kedap udara,apakah harus ky gitu/dibikin sirkulasi udara?
    2. terus selang yang ditabungnya apakah diletakan diatas tidak tersentuh air gitu(ngambil uapnya aja) atau masuk kedalam air katalisator?
    tolong dibalas y atau kirim aja ke alamat email sy?
    terimaksih…

  15. oia ada yang lupa ditanyakan nyambung neh he2…
    tolong sebutkan contoh2 katalisatornya jangan menggunakan simbol kimia y he2
    tentu saja selain soda kue sy dah mencobanya se, terus pake garam dapur (reaksinya berwarna ky kopi gt,trus ga baik buat anoda+katodanya)tu tetep gagal juga jadi bingung neh…
    kalo mas punya artikel2 tentang brown energy+cara bikin alatnya tolong kirim ke email sy mas makasih

  16. Salam,

    Selamat sudah sukses bikin HHO Generator Booster buat VWnya.

    Kang aku baru sukses bikin HHO GenBooster buat Motor Suzuki Thunder aja.
    Please tengok di http://www.ahmadsamantho.wordpress.com

    Beli Kawat Stainless di Mana? Di Bandung tepatnya di mana?? Toko Apa? Alamatnya minta dong?? Biar anakku yang kuliah di ITB Bandung beliin. Soalnya di Jakarta di Mangga dua belinya kudu partai besar.

  17. Buatanmu bagus sekali rapih dan keren banget.

    Listriknya ambil ke jalus mana? Kalau langsung ke Aki, apa gak cepet drop tu akinya?

    Aku baru mau bikin lagi buat ke Sedang mazda vantrendku. Biar kalau bolak balik bandung bisa menghemat BBM. Keur zaman susah euy…?

  18. Alhamdullilah, saya sdh berhasil membuat dan coba hidrogen reaktor di mobil saya Nissan Cefiro 2000 cc ( 6cyl), dari ratio 1 : 6, sekarang bisa jadi 1 : 10. Ada penghematan BBM sampai 67%.

    Saya masih terus eksperimen supaya bisa mencapai penghematan 100% atau lebih.
    Kalau teman2 ada yang ingin mendapat penjelasan lebih detail bisa hubungi HP 081 2233 0101 atau 022 70157751

    Herry M – Bandung

  19. Coba pake KOH Teknis, bisa dibeli di toko kimia.. 1/2kg +/- 32rb-an….

    Kalo pake soda api material juga bisa, tapi terlalu danger /keras n kudu hati2..

    Good luck

  20. Herry Marwanto

    AsWW,

    Setelah saya berhasil membuat hydrogen reaktor dengan memakai toples bekas indocafe dengan elektrode kumparan kawat stainles steel dan katalisator soda kue (sodium bicarbonat), tegangan 12VDC/7Amp (+/-80Watt).

    Hari ini saya eksperimen lagi dengan menggunakan elektroda pipa stainles steel dan katalisator KOH (kalium hydrocida), tegangan 3,8VDC/6,4Amp (20Watt).

    Dari test bubler (gelembung gas), Gas hydrogen yang dihasilkan ternyata relatif sama banyaknya, tetapi power input yang dibutuhkan lebih kecil dengan menggunakan elektroda pipa dan katalisator KOH, yaitu hanya +/-20Watt.

    Besok 8 Agustus’08, akan uji coba lagi di mobil sedan saya Nissan Cefiro 2000cc (6cyl).

    Kemudian hari Sabtu & minggu akan eksperimen lagi dengan elektroda kumparan dan katalisator KOH, dibandingkan dengan yang pakai elektroda pipa, mana yang lebih kecil kebutuhan power inputnya dengan produksi gas hydrogen yang relatif sama.

    Dengan eksperimen2 yg saya lakukan, mudah-mudahan bisa mencapai penghematan BBM sampai 100%, dari yg sdh dicapai saat ini 67%.

    Sebenarnya saya ingin tampilkan foto2 hasil eksperimen saya, tetapi tidak tahu caranya bagaimana menampilkannya, karena saya cari menunya disini tidak ketemu. Apakah ada yang tahu caranya.

    Sekian sharing saya, mudah2an bermanfaat bagi teman2.

    Wassalam

    Herry Marwanto
    Komplek Pandanwangi G-5 – Ciwastra
    Bandung

  21. Mas , untuk membuat lobang pakai bor apa ya karena kalau acrylic / toppless dari acrylic gampang pecah , terima kasih

  22. mas, kalo saya lihat di gambar tidak ada one-way valve & bubler, disarankan ditambah One-way Valve(dpt dibeli ditoko aquarium) & Bubler sebelum masuk ke intake manifold / air intake supaya lebih aman , saya sudah buat juga tapi belum sempat diaplikasikan ke mobil

  23. Aku dah buat pakai botol bekas Nescafe-gratis, kawat dikasih temen-gratis, tempat lilitan pipa PVC sisa proyek-gratis, cuma beli kabel dan selang untuk aquarium, Rp 10.000

    jadi total HHO generator cuma Rp 10.000, murah ya?

  24. Mau beli jadi & pasang di tempat, di daerah Jakarta dimana ya…. ???? (piaraan Mazda Vantrend ’94)
    ada yang tau gak???? Thx

  25. Tertarik dan sabar menanti hasil ekperimen mas Herry-Bandung karena mobil saya juga bermesin besar, volvo kuno 2.3L. Banyak pertanyaan karena setahu saya perlu ada treatment khusus buat mobil injeksi (BTW Nissan Cefiro kalo ndak salah injeksi juga kan?)

    Salam

  26. Untuk Mas Pauro yg punya Volvo 2,3L. Ya betul Nissan Cefiro sdh Injection, tetapi tdk perlu treatment khusus, hanya slang outlet yang ke manifold diberi adjusted valve spy bisa diatur pasokan oksigen yang masuk ke tabung hydrogen.

    Sekarang saya sedang coba pakai 2 tabung hydrogen (bekas toples indocafe tutup merah) di paralel. Hasil test bubler, gelembung gas hydrogennya lebih banyak, mudah2an konsumsi bbm bisa lebih hemat lagi.

    Elektroda tetap pakai sistim kumparan kawat stainless steel diameter 1,5mm, dengan katalisator KOH 1 sdt/liter air de-mineral. Tegangan 3,2VDC/1,1Amp.

    Yang mau bertanya atau sumbang saran atas hasil eksperimennya, bisa kontak disini atau e-mail saya ; herrymarwanto@yahoo.com

    Terima kasih dan semoga kita bisa menolong diri kita sendiri sebelum kita menolong orang lain.

    __________
    Herry M.
    di Bandung

  27. mas,,,,ada yang tahu kalo di pasang di motor g’….
    kalo di makassar kira2 ada yang bisa bantu g’buat bikin alatx?
    mhon bantuannya
    thx

  28. nanya:
    toko yg jual kawat stainless steel 1.2mm di Bandung di mana?
    toko yg jual lembar acrylic di mana di Bandung?

    Saya perlu, mau ngajak anak buat aquarium, jadi bukan beli.
    kalo kawat stailess steel untuk emaknya, jemuran suka pada putus kalo pake tali plastik.
    punten euy. pang emailin alamat toko-toko ituh, da bageur. Nuhun pisan.
    hebaat euy. ada yang bisa ngagantikeun energy ngaboseh nteu nya?

  29. kalau mau yg ga pakai katalis dan konsumsi listrik rendah gas melimpah silahkan tel 02191499427 / 021 91303345 dengan linda / aditya buat keterangan seles.

  30. SLAMAT SIANG MAS, MOHON KESEDIAANNYA SY DIKIRIMI SKEMA R-HYDROGEN YG BISA HEMAT 67%, SY UDAH BUAT TAPI BARU HEMAT +/- 20 S/D 25%,
    MOBIL SY KIJANG G-EXTRA 1.8 / 1996
    MATUR NUWUN SEBELUMNYA

  31. klw mo yg bisa ga pakai soda kue segala dan cukup air saja, bisa telp gw di 021 91499472 / 021 5332307 , konsumsinya cuma 12V 7A ga panas lagi, hanya air biasa, ada juga yg cuma pakai air murni dan lebih awet.

  32. Saya juga tertarik mau coba bikin, buat mobil Izusu Panther saya. Saya sih pengin bikin sendiri, maklum pensiunan cari kesibukan. Kayaknya cari bahan2 nya susah banget. Acrilyc adanya memang lembaran gede harganya mahal, padahal butuhnya dikit. Akhirnya ketemu jalan keluarnya, beli ditukang bikin reklame. Bisa dapat 50 ribu seukuran yang kita butuhkan. Nah giliran kawat baja stainless, setiap toko besi ditanya pada gak punya. Sebetulnya kawat baja stainless kayak apa sih. Emang ada kawat mengkilat seperti vernekel tapi katanya bukan. Kalau ditoko teknik, toko teknik apa? Teknik bangunan teknik listrik?

  33. Thanks for sharing. It is useful for me.

  34. buat teman2

    bagi ingi menggunankan elektrolyser model dry cell, bisa kontak ke 021-94544871, model ini jauh lebih efisien dp model tabung, dan hanya tinggal menambah air destil, ga perlu pake bersihin segala, lebih tahan lama karena menggunakan bahan terbaik ss 316 L, udah menggunakan PWM sebagai drive voltage serta bubler sebagai pengaman… wass

  35. kawat stainless steel per meter 2000/meter (ukuran 1,2 mm) . Murah banget? beli di toko mana? Soalnya setahuku, kawat stainless steel belinya kiloan, bukan meteran. tks.

  36. Ternyata akhirnya aku berhasil mewujudkan keinginanku membuat eletrolyser “brown energy” buat mobil Izuzu Panther 2001. Sekarang terpasang 2 tabung elektrolyzer model kawat. Sebelumnya pakai satu tabung tempat lilitannya pakai acrilyc, ternyata campuran 1 sentok teh KOH + 1 ltr air bikin acrylicnya ngulet kepanasan. Dan tutup botolnya meleleh. Kalau dikurangi campurannya gelembungnya gak keluar. Aku atasi dengan mengganti acrylic ganti pakai keramik.( ngerjainnya susah gampang pecah). Botol diganti pakai tutup logam. (ada di Hypermart obral 10.000 an perbiji). Dikasih seal karet di lubang terminal + -, biar gak konslet. Hasilnya air panasnya berkurang ( kasih bola lampu 10 watt didepan terminal +). Dikasih 4 sendok teh pun gak takut ngulet karena keramik tahan panas. Air jadi lebih bening, meskipun gelembungnya lebih banyakTerasa tarikan mobil lebih ok(injakan gas terasa lebih empuk), suaranya lebih halus, keiritannya belum terpantau. Yang jadi pertanyaan berapa sih campuran maksimumnya. Ada yang bilang kalau mobil diesel lebih bagus dibantu pompa udara aquarium buat membantu nyedot HHO dari tabung electrolyser ke air intake.
    Mungkin ada yang punya pengalaman bisa bantu jawab pertanyaanku.
    Sekedar info kalau ada mau beli kawat stainless eceran murah di Jakarta ada di pasar Lindteves Glodok Kota. Type 304 seribu perak permeter,beli 5 meter dilayani.Ttype 316 agak mahal 5 ribu perak permeter. Wass.

  37. paramaditya himawan

    mas saya mau beli ….. tapi di toko toko apa sich yang jual

  38. bro…mobil VW km itu ukuran silinderx berapa??(cc)
    berapa silinder????
    q minta nopex leh gk???mnarik buat perencanaan otomotifq bang….

  39. artikelnya mantaf. udah cb pake elemen accu blm? bt ganti lilitan kawat stenlis.

  40. bisa di lihat di situs itu, dry cell model air tanpa bahan katalis (KOH, NaOH, Sodium) dll

  41. Mas Budiadi, kok namanya mirip temen saya seorang Air Traffic Controller yang berdinas di Bandara Soekarno-Hatta? Apa betul? kalau ya kita kan satu profesi dan bisa bertukar pengalaman masalah brown energy yang telah anda buat. Matur nuwun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s