Lumpur Sidoarjo

Beberapa waktu yang lalu gw sempet nonton film dokumenter tentang Lumpur Sidoarjo, terus tadi pagi sempet baca Koran Tempo tentang hal ini lagi.

PARIS — Sejumlah ilmuwan kembali membantah klaim bahwa semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, dua tahun lalu, akibat gempa bumi di Yogyakarta dan bukan karena pengeboran. Dalam urusan ini mereka percaya bahwa lumpur Lapindo bukan bencana alam. “Tapi dipicu oleh kesalahan pengeboran sumur Banjar-Panji-1,” kata Profesor Richard Davies dari Universitas Durham, Inggris, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin lalu.

Semburan lumpur Lapindo terjadi sejak 29 Mei 2006. Hingga sekarang semburan tersebut belum bisa ditangani. Sementara itu, gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah terjadi dua hari sebelumnya, yakni pada 27 Mei. Ilmuwan yang meyakini semburan lumpur berhubungan dengan gempa mendasarkan keyakinannya pada teori bahwa gempa tersebut mempengaruhi produktivitas fluida di sumur-sumur di sekitar Banjar Panji-1. Pendapat inilah yang ditolak Davies.

Dalam penelitian terbarunya, seperti dimuat dalam jurnal Earth Planetary Science and Letters, Davies dan kawan-kawan menggeber hasil temuannya itu. Selain mengikutkan dia, penelitian melibatkan sejumlah ahli, termasuk dari Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat.

Untuk kepentingan penelitian, para ahli tersebut memetakan dan menganalisis catatan detail ihwal kecelakaan pengeboran sumur Banjar Panji-1. Salah satu kesimpulannya, para peneliti menyatakan 99 persen gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta bukan pemicu terjadinya semburan lumpur Lapindo.

“Siapa pun bisa membuat interpretasi atau pendapat atas terjadinya semburan lumpur tersebut,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat PT Lapindo Yuniwati Teryana saat dimintai tanggapan semalam. Namun, ia menjelaskan, Lapindo telah melakukan kajian dengan para ahli. Kesimpulannya menyebutkan, pengeboran yang dilakukan sudah sesuai dengan standar pengeboran yang berlaku secara nasional maupun internasional. “Bukan kami mau membela diri,” kata dia, “Tapi itu hasil kajian kami.”

Adapun Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Berry Nahdian Furqan menyatakan pendapat Davies yang menyebut semburan lumpur Lapindo akibat pengeboran sumur Banjar Panji-1 sudah sering diutarakan. “Tapi pemerintah atau pengadilan tidak pernah mempertimbangkannya dan menjadikannya acuan dalam membuat kebijakan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mempelajari kesimpulan yang disampaikan Davies dan kawan-kawan, seperti ditulis dalam jurnal Earth Planetary Science tersebut. “Mungkin saja bisa dijadikan bukti atau temuan baru,” kata Berry kemarin. DWI WIYANA I RINI KUSTIANI

gw kira udah jelas ini emang salah prosedural pengeboran yang dilakukan oleh PT. Lapindo, tapi tetep aja ngeles, malah pake alesan gempa yogya segala, ough….

Indonesia… Indonesia… mau sampe kapan maju, kalo bisanya cuma nyalahin orang dan lari dari tanggung jawab 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s